Saat ini, "HerLens" masih mengembangkan inovasi berbasis AI yang dapat bekerja secara daring yang terintegrasi dengan kamera ponsel pintar, memungkinkan skrining kanker serviks dilakukan dengan akurat.
"Tapi tantangan utama memang untuk meningkatkan kesadaran para perempuan untuk memeriksakan diri, misalnya kami ke daerah untuk kampanye pemeriksaan, mereka tidak mau datang kalau tanpa pemberian kompensasi tertentu, tapi saat ini kami terus untuk training dan edukasi dengan membagikan buku ke pasien bekerja sama dengan para dokter dan bidan," ungkap Jihan.
Jihan dengan "HerLens" menjadi salah satu finalis asal Indonesia dalam ajang kompetisi kewirausahaan sosial dunia "The Unlock Her Future 2026" yang diselenggarakan jaringan pusat perbelanjaan barang mewah global "The Bicester Collection".
The Bicester Collection adalah perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang ritel mewah dan pariwisata belanja yang saat ini mengelola 12 destinasi wisata belanja mewah terbuka (shopping villages) di London, Dublin, Paris, Brussels, Munich, Frankfurt, Milan, Madrid, Barcelona, Shanghai, Suzhou dan New York.
Pada 2026, "The Unlock Her Future 2026" ada 12 finalis yang berasal dari negara-negara di kawasan Asia Timur dan Tenggara, termasuk dari Indonesia.
Mereka adalah Azalea Ayuningtyas melalui "Birufinery" yang mengolah rumput laut menjadi biostimulan untuk pertanian; Celia Siura melalui "Bumbi" yang memproduksi popok dan pembalut kain; serta Jihan Alfiyyah melalui "HerLens" yang memanfaatkan AI untuk membantu bidan melakukan pemeriksaan awal kanker serviks bagi perempuan di perdesaan.