NADIKABAR.COM β Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengupayakan memperkuat pasar produk kerajinan dan mebel nasional ke Amerika Serikat (AS), melalui peningkatan daya saing, penguatan hubungan perdagangan jangka panjang, serta efisiensi logistik.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menyampaikan AS merupakan salah satu pasar strategis bagi industri mebel dan kerajinan Indonesia. namun, peningkatan penetrasi pasar tersebut membutuhkan daya saing yang kuat, mulai dari kualitas produk, desain, kepastian pengiriman, hingga efisiensi biaya logistik.
βPeluang di pasar Amerika Serikat terbuka, tetapi peningkatan ekspor membutuhkan daya saing yang kuat. Pembeli mempertimbangkan desain, mutu yang konsisten, kepastian pengiriman, biaya logistik, dan kepatuhan terhadap ketentuan pasar,β ujar Abdul Sobur dalam pernyataan tertulisnya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Disampaikan dia, berdasarkan data U.S. Trade Representative (USTR), perdagangan barang antara AS dan Indonesia mencapai 45,5 miliar pada 2025, sedangkan impor barang AS dari Indonesia tercatat sebesar 34,6 miliar dolar AS, meningkat 24,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun untuk ekspor barang AS ke Indonesia mencapai 10,8 miliar dolar AS atau tumbuh 7 persen.