Dari sisi industri, pihaknya mendorong peningkatan kemampuan desain, pemanfaatan teknologi, penggunaan bahan baku yang bertanggung jawab, serta penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memenuhi kebutuhan pasar global.

HIMKI juga mengoptimalkan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) dan Trade Expo Indonesia (TEI) sebagai sarana mempertemukan produsen nasional dengan pembeli mancanegara.

Selain itu, disampaikan dia, HIMKI merancang pengembangan pusat penghubung pasar (market hub) dalam empat tahun mendatang untuk menjaga komunikasi dan hubungan bisnis dengan pembeli internasional secara berkelanjutan.

Pihaknya menargetkan nilai ekspor mebel dan kerajinan Indonesia mencapai 6 miliar dolar AS pada 2031, dengan visi jangka panjang sebesar 25 miliar dolar AS pada 2045.