Ryan mengungkapkan bahwa warga telah lama memperjuangkan bantuan pendanaan dari pemerintah provinsi agar persoalan tersebut segera ditangani. Namun, berbagai upaya yang mereka lakukan selama bertahun-tahun tidak membuahkan hasil.

"Hal itu membuat saya sedikit marah. Setiap pintu yang kami datangi selalu tertutup bagi kami. Mereka melupakan kami," ujarnya.

Meski pemerintah setempat tidak ikut menanggung biaya proyek, warga tetap mempertahankan perjuangan hingga proses pembersihan akhirnya dapat dimulai.

"Kami terus berjuang karena kami tahu apa yang kami perjuangkan memang benar," tutup Ryan.