NADIKABAR.COM — Warga St Mary's, kota kecil di Newfoundland dan Labrador, Kanada, akhirnya melihat titik terang setelah lebih dari dua dekade hidup berdampingan dengan bau menyengat dari pabrik saus ikan yang terbengkalai. Pemerintah kini mulai membersihkan lebih dari 100 tangki berisi saus ikan hasil fermentasi melalui proyek senilai 1,2 juta dolar Kanada.

Proyek tersebut mengakhiri persoalan lingkungan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat. Bau menyengat berasal dari saus ikan yang ditinggalkan sejak Atlantic Seafood Sauce Company menghentikan operasinya lebih dari 20 tahun lalu.

Di dalam bangunan pabrik yang kini mengalami kerusakan parah, terdapat sekitar 110 tangki dengan kapasitas masing-masing sekitar 3.000 galon. Seluruh tangki masih berisi saus ikan hasil fermentasi yang terus membusuk selama bertahun-tahun, sehingga memunculkan aroma menyengat di kawasan sekitar.

Dilansir NYPost pada Rabu (5/8/2026), proses pembersihan berlangsung secara bertahap selama beberapa bulan ke depan. Petugas menguras cairan dari seluruh tangki, lalu mencampurkannya dengan lumut gambut atau peat moss untuk menyerap kadar air.

Setelah itu, material tersebut diangkut menggunakan truk yang dilengkapi selang berukuran besar menuju lokasi pembuangan khusus. Area pembuangan itu telah dilapisi polietilena berdensitas tinggi sebelum material akhirnya ditimbun dengan tanah.

Glenn Sharp, pemilik Sharp Management yang memimpin proyek tersebut, mengatakan proses pembersihan limbah ini memiliki tantangan tersendiri karena karakteristiknya tidak seperti limbah pada umumnya.

"Ini adalah limbah yang sangat khusus. Limbah ini tidak termasuk dalam klasifikasi standar mana pun," ujarnya.

Selama bertahun-tahun, kondisi bangunan pabrik terus memburuk. Atap pabrik sempat terlepas, sedangkan salah satu dinding roboh akibat badai yang melanda pada Januari lalu. Kerusakan tersebut membuat aroma dari cairan fermentasi semakin mudah menyebar ke seluruh kota yang hanya dihuni sekitar 300 penduduk.

Wali Kota St Mary's, Steve Ryan, menggambarkan bau yang selama ini dirasakan warga sebagai sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

"Ini adalah bau ikan busuk paling parah yang pernah Anda cium seumur hidup, lalu kalikan seratus," katanya.

Ryan mengungkapkan bahwa warga telah lama memperjuangkan bantuan pendanaan dari pemerintah provinsi agar persoalan tersebut segera ditangani. Namun, berbagai upaya yang mereka lakukan selama bertahun-tahun tidak membuahkan hasil.

"Hal itu membuat saya sedikit marah. Setiap pintu yang kami datangi selalu tertutup bagi kami. Mereka melupakan kami," ujarnya.

Meski pemerintah setempat tidak ikut menanggung biaya proyek, warga tetap mempertahankan perjuangan hingga proses pembersihan akhirnya dapat dimulai.

"Kami terus berjuang karena kami tahu apa yang kami perjuangkan memang benar," tutup Ryan.