Program tersebut mencakup pemberian beasiswa pendidikan, bantuan pondok pesantren, pengembangan usaha santri, hingga insentif bagi guru madrasah diniyah (madin).
"Provinsi Jawa Tengah telah memberikan beasiswa kepada 488 santri, termasuk santri penggerak. Kita juga memberikan beasiswa kepada santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Yaman, Mesir, dan negara lainnya, sebanyak 58 santri," katanya.
Selain itu, Pemprov Jateng melanjutkan program insentif guru agama yang pada 2025 menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp 277 miliar.
Dalam rangkaian upacara tersebut, Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin Maimoen juga menyerahkan bantuan renovasi kepada empat pondok pesantren di Kota Tegal. Masing-masing pesantren menerima bantuan sebesar Rp 25 juta.
Bantuan tersebut diberikan kepada Ponpes Al Munawarroh Margadana, Nurul Ma'arif, Insan Tebuireng, dan Mambaul Ulum.
Selain bantuan renovasi, Pemprov Jateng menyerahkan insentif kepada 1.390 pengajar keagamaan senilai Rp 834 juta serta bantuan 300 paket sembako.