Menurut sebuah riwayat dari Abu Qatadah, "Rasulullah SAW membaca Surah Al-Fatihah pada dua rakaat pertama dari salat Zuhur. Sedangkan pada dua rakaat terakhir, beliau hanya membaca Al-Fatihah. Terkadang beliau mengeraskan suara bacaannya sehingga kami mendengar ayat lain. Beliau memanjangkan rakaat pertama, dan pada rakaat kedua, beliau membacanya lebih pendek. Demikian juga pada waktu mengerjakan salat Asar dan ketika mengerjakan salat Subuh." (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

Hadits tersebut sesuai dengan penjelasan dalam Ashlu Shifati Shalatin Nabi karya M. Nashiruddin Al-Albani terjemahan Tajuddin Pogo. Pada salat Subuh, dua rakaat pertama salat Magrib dan Isya, Rasulullah SAW mengeraskan bacaan salatnya pada Surah Al-Fatihah dan surah pendek. Rasulullah SAW juga mengeraskan bacaan pada salat Jumat, dua salat Id (Idul Fitri dan Idul Adha), salat istisqa, dan salat kusuf.

Sedangkan pada salat Zuhur, Asar, serta rakaat terakhir salat Magrib, dan dua rakaat akhir salat Isya, Rasulullah SAW membaca Al-Fatihah dengan memelankan suara. Dan untuk salat malam, terkadang beliau membacanya dengan pelan, terkadang juga mengeraskan suara.

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dengan jahr (suara keras) laksana orang yang bersedekah dengan terang-terangan. Dan orang membaca Al-Qur'an dengan sirr (suara pelan) laksana orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi." (HR Bukhari)

Mengacu sumber sebelumnya, ada surah-surah yang biasa dibaca Rasulullah SAW dalam setiap salatnya. Berikut di antaranya.