Pendapatan bisnis jasa konstruksi bergantung pada perolehan dan siklus proyek, sedangkan pendapatan bidang usaha operasional jalan tol masuk rutin selama masa konsesi, sesuai jumlah kendaraan yang melintas. Perusahaan menilai, kombinasi keduanya membuat sumber pendapatan lebih seimbang dan arus kas lebih pasti.

Sumber utama pendapatan operasional jalan tol adalah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Ruas JTTS yang dioperasikan Hutama Karya dan anak usahanya kini mencapai 847 km.

Sepanjang Semester I 2026, lalu lintas di JTTS mencapai 17 juta kendaraan, dan rata-rata lalu lintas hariannya melampaui target perusahaan. Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya ruas yang beroperasi, makin banyaknya kawasan industri dan pelabuhan yang terhubung, serta meningkatnya penggunaan jalan tol oleh masyarakat.

Di luar Sumatera, Hutama Karya juga mengoperasikan dua ruas tol di Jakarta, yakni Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi S (JORR-S) sepanjang 14,3 km dan Jalan Tol Akses Tanjung Priok (ATP) sepanjang 11,4 km.

JORR-S melayani arus kendaraan di selatan Jakarta, sedangkan ATP menjadi akses logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan kedua ruas tersebut, total jalan tol yang dioperasikan Hutama Karya mencapai sekitar 872,5 km.

Di ruas operasi, Hutama Karya menyiagakan armada layanan dan gardu transaksi, serta mengembangkan aplikasi MOZY yang menyediakan pantauan CCTV, informasi tarif, dan tombol darurat. Perusahaan juga terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari penanganan keluhan, kesigapan dan keramahan petugas, hingga pemeliharaan jalan dan fasilitas pendukung.

Hutama Karya pun masuk jajaran 100 BUMN dengan pelayanan terbaik dalam Danantara Indonesia CX100, yang mengukur kualitas layanan BUMN melalui penilaian pakar serta survei langsung dan daring kepada masyarakat.

Hutama Karya mengutamakan manajemen risiko dalam memilih proyek. Setiap peluang proyek dikaji dari sisi profil risiko, kelayakan, dan kemampuan bayar pemberi kerja sebelum perusahaan memutuskan untuk terlibat. Langkah ini menjaga kualitas piutang dan arus kas perusahaan.

Hampir separuh kontrak baru berasal dari segmen manufaktur serta pemeliharaan dan operasional jalan tol. Sisanya berasal dari proyek jalan dan jembatan, gedung, serta sumber daya air.