NADIKABAR.COM — Koalisi Indonesia untuk Kesehatan Keuangan atau Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH) menggandeng Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk menggelar program nasional Tumbuhkan Peluang, di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kegiatan ini bagian dari rangkaian lokakarya untuk mempertemukan sekitar 200 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan mitra industri dan pembeli besar (offtaker), sekaligus mendorong formalisasi usaha melalui edukasi dan fasilitasi registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Halal, PIRT dan pembukaan rekening bank.

"Melalui kolaborasi lintas sektor, kami ingin memastikan lebih banyak perempuan pelaku UMKM di daerah tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan mengubah potensi usahanya menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di level akar rumput," kata Head of Secretariat ICFH dan Chairman Amartha.org Aria Widyanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Sulteng yang mencapai 8,47 persen pada 2025 membuka peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Momentum ini perlu dioptimalkan melalui kolaborasi yang menghubungkan penguatan kapasitas usaha, akses pasar, formalisasi usaha, dan kesehatan finansial, khususnya bagi perempuan pengusaha UMKM agar dapat tumbuh lebih berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa formalisasi usaha menjadi langkah penting bagi UMKM perempuan untuk meningkatkan kesiapan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kepemilikan NIB menjadi pintu masuk untuk mengurus perizinan lanjutan, mengakses program pemerintah dan layanan keuangan formal, serta memenuhi persyaratan kerja sama dengan calon pembeli.

Namun, proses formalisasi masih menjadi tantangan bagi sebagian pengusaha mikro perempuan akibat keterbatasan literasi digital, pemahaman mengenai persyaratan administrasi, serta waktu yang terbagi antara mengelola usaha dan tanggung jawab rumah tangga.