Melalui kegiatan Tumbuhkan Peluang, kata dia lagi, pihaknya ingin mendorong agar perempuan pelaku UMKM tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kemandirian ekonominya.

"Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan menjadi kunci untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.

Selain akses pasar, kesehatan finansial (financial health) menjadi landasan penting bagi keberlanjutan usaha. Bagi UMKM, hal ini mencakup kemampuan mengelola arus kas, memenuhi kebutuhan bisnis, menghadapi risiko keuangan, dan merencanakan pertumbuhan usaha. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, pertumbuhan bisnis diharapkan dapat turut memperkuat kesejahteraan perempuan dan keluarganya.

Senior Policy Strategist, Southeast Asia, Women’s World Banking Desi Vicianna menuturkan, kesehatan finansial merupakan bagian penting dari pemberdayaan ekonomi perempuan.

"Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif oleh fasilitator lokal untuk membantu pengusaha mikro perempuan memperkuat praktik pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha, sehingga kemajuan usaha dapat berjalan beriringan dengan kesehatan finansial yang lebih kuat," kata dia pula.

Lewat lokakarya Tumbuhkan Peluang, ICFH bersama para mitra berharap koneksi yang terbentuk dapat berkembang menjadi kemitraan usaha yang berkelanjutan.

Dengan menghubungkan kapasitas usaha, akses pasar, dan kesehatan finansial, semakin banyak perempuan UMKM diharapkan mampu memperluas peluang bisnis dan memperkuat ketahanan ekonomi.