NADIKABAR.COM — Ikan oarfish sepanjang sekitar empat meter ditemukan mati terdampar di Pantai Pink, Lombok Timur. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB Muslim menduga kemunculan ikan yang dikenal sebagai ikan 'kiamat' itu berkaitan dengan gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Muslim mengatakan kemunculan ikan oarfish di NTB termasuk sangat langka. Menurutnya, ikan yang hidup di laut dalam tersebut bisa muncul ke permukaan karena perubahan suhu perairan.
"Ikan ini hidupnya dia di laut dalam, itu mungkin karena ada perubahan suhu, suhu di perairan," ujar Muslim saat ditemui, Rabu (26/8/2026).
Menurut Muslim, perubahan suhu air laut yang memicu kemunculan ikan oarfish di Pantai Pink juga bisa disebabkan cuaca hingga gempa bumi. Dia kemudian mengaitkan kemunculan ikan tersebut dengan gempa yang terjadi di NTT pada Sabtu (15/8/2026).
"Perubahan suhu kan bisa terjadi karena ada gempa juga. Nah kebetulan kemarin kan baru selesai gempa di NTT. Kita ini kan sepanjang wilayah selatan kan semudera Hindia semuanya, satu lempeng dengan NTT juga ini," katanya.
Muslim mengatakan kemunculan ikan oarfish tersebut diasumsikan sebagai salah satu indikasi yang berkaitan dengan dampak gempa bumi di NTT.
"Jadi kita satu lempeng dengan NTT. Jadi kita asumsikan kemungkinan ikan itu muncul salah satu indikasi terkait gempa NTT yang lalu," tegas Muslim.