Sebagai bentuk evaluasi risiko dan menjaga rasio keberhasilan vegetasi, tim di lapangan melakukan pemantauan berkala yang disiplin.

"Monitoring setelah penanaman itu per tiga bulan sekali. Tapi bisa satu atau dua bulan, batas kritisnya di tiga bulan. Kita lakukan penyulaman terhadap bibit-bibit yang dirasa tidak tumbuh dengan baik. Sama seperti tahun 2026 ini, kita menyulam dari (penanaman) November 2025 lalu," papar Adrian.

Lebih lanjut, ia menegaskan IMIP terus aktif melakukan rehabilitasi lingkungan, termasuk program konservasi mangrove, terumbu karang, dan perlindungan keanekaragaman hayati. Keberhasilan penanaman itu diakui tidak lepas dari kolaborasi dengan multipihak. Selain Departemen Community Development and CSR, agenda pelestarian ini melibatkan Departemen Environmental and Sustainability IMIP, beberapa tenant dalam kawasan, TNI Angkatan Laut (AL), Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia dan Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Industri Logam Morowali, serta partisipasi aktif warga desa