Rutin menyikat dan membersihkan gigi juga dapat membantu menurunkan risiko gigi berlubang. Demikian pula jika mengurangi konsumsi gula tambahan hingga kurang dari 10 persen total kalori harian, bahkan menargetkan kurang dari 5 persen.
Terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Asupan gula berlebih dapat memicu peradangan di dalam tubuh dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah serta kadar kolesterol.
Minuman berpemanis, misalnya, dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol HDL atau kolesterol 'baik' dan peningkatan trigliserida. Dengan mengurangi konsumsi gula, kadar tersebut dapat lebih terkontrol sehingga turut membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Kondisi ini membuat tubuh perlu memproduksi lebih banyak insulin untuk mengimbanginya.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan metabolisme dan diabetes tipe 2. Mengurangi gula tambahan dapat membantu mengurangi beban tubuh dalam mengatur kadar gula darah sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Meski begitu, perlu diingat bahwa diabetes tidak semata-mata disebabkan oleh konsumsi gula. Pola makan secara keseluruhan, berat badan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan gaya hidup juga berperan.