PJT I kemudian mengambil sampel kualitas air di lima titik untuk memantau kondisi sekaligus memastikan keterkaitan dugaan tersebut. Lima titik itu yakni Hulu Kali Tengah, Muara Kali Tengah, intake Karangpilang, Gunungsari, dan intake Ngagel.

Selain mengambil sampel, PJT I melakukan sejumlah langkah untuk membantu mempercepat pemulihan kualitas air Kali Surabaya. Salah satunya dengan meningkatkan debit air dari Bendung Mlirip.

Debit yang sebelumnya sekitar 20 m³/detik ditambah menjadi 25 m³/detik sejak Sabtu (5/9) malam pukul 21.00 WIB. Penambahan debit dilakukan untuk membantu proses penggelontoran.

"Sejak menerima informasi adanya penurunan kualitas air di Kali Surabaya, kami langsung sigap melakukan sejumlah langkah operasional sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air. Debit dari Mlirip ditingkatkan dari 20 m³/detik menjadi 25 m³/detik untuk membantu penggelontoran. Di saat yang sama, tim kami melakukan pengambilan sampel dan pemantauan kualitas air pada lima titik," beber Agung.

Untuk menjaga kecukupan air sekaligus mendukung pemulihan kualitas air, PJT I juga melakukan pengaturan tambahan pasokan air dari hulu WS Brantas melalui sistem Waduk Sutami.