Pengaturan aliran juga dilakukan melalui Pintu Air (PA) Wonokromo. Pintu air tersebut ditutup sementara agar aliran yang terdampak tidak masuk ke Kali Mas dan diarahkan melalui Kali Wonokromo.
PJT I menyebut, pemantauan kondisi air masih dilakukan secara intensif. Hasil pengambilan sampel di lima titik nantinya menjadi bagian dari pemantauan perkembangan kualitas air Kali Surabaya.
"PJT I akan terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait serta mengoptimalkan pengaturan tata air guna mendukung percepatan pemulihan kualitas air Kali Surabaya dan menjaga keberlangsungan pemanfaatan air baku bagi masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, gumpalan busa putih dilaporkan muncul di pintu air Rolak Karah, Surabaya, sejak Minggu (6/9/2026). Fenomena tersebut juga diikuti banyaknya ikan yang mengapung di Sungai Jagir hingga membuat ratusan warga berdatangan untuk menangkap ikan yang disebut 'mabuk'.