NADIKABAR.COM — Sejumlah investor mendesak Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjelaskan alasan di balik ancaman penurunan status pasar modal Indonesia dari pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Mengutip Bloomberg News, Kamis (22/10), desakan itu muncul dalam pertemuan yang digelar UBS Group AG pada Selasa (20/10) lalu.
Para investor mempertanyakan perlunya langkah drastis tersebut dan peluang Indonesia mempertahankan statusnya sebagai pasar negara berkembang.
Managing Director MSCI Raman Aylur Subramanian mengatakan persoalan Indonesia bukan sekadar masalah indeks, melainkan kondisi pasar modal secara keseluruhan. Menurutnya, reformasi diperlukan untuk menindak pelaku yang merusak integritas pasar.
Managing Partner Carthage Capital Stephen Wu menilai persoalan utama pasar modal Indonesia bukan terletak pada aturan, melainkan dugaan manipulasi yang berlanjut dan lemahnya penegakan aturan.