Warga Palestina juga mengecam gagasan tersebut. Upaya memaksa mereka meninggalkan tanahnya disebut mengingatkan pada peristiwa "Nakba" atau malapetaka, yakni pengusiran massal warga Palestina ketika negara Israel didirikan pada 1948.

Trump kemudian mengubah sikapnya setelah mendapat tekanan luas. Saat mengumumkan gencatan senjata di Gaza pada Oktober, Trump memaparkan 20 poin untuk masa depan wilayah tersebut yang salah satunya mencakup tidak adanya pemindahan warga secara paksa.

Namun, Katz menyebut gagasan tersebut sebenarnya tidak dibatalkan oleh Trump.

Artikel ini telah tayang di NadiKabar.com. Baca selengkapnya di sini!