NADIKABAR.COM — Jakarta Film Summit (JFS) 2026 resmi dibuka oleh Gubernur DKI Pramono Anung di Royal Glass House, Park Hyatt Jakarta pada Selasa (20/10).
Digelar pada 20-22 Oktober, JSF 2026 yang mengusung visi menjadikan Jakarta sebagai pusat perfilman regional berfokus terhadap penguatan ekosistem perfilman melalui kebijakan, regulasi, investasi, dan pembiayaan.
Selama dua hari, rangkaian diskusi menghadirkan perwakilan pemerintah, lembaga keuangan, investor, platform streaming, serta pelaku industri film untuk membahas kebutuhan dan peluang pengembangan industri di Indonesia.
Pada hari pertama, diskusi mengangkat topik pembangunan ekosistem yang mendukung kegiatan produksi, termasuk kebijakan, insentif, perizinan, dan pemanfaatan lokasi di Jakarta.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah sesi ASEAN Film Alliance Network, yang membahas pengembangan talenta, pembiayaan, dan peluang produksi bersama di tingkat regional.
Pembahasan akan dilanjutkan pada hari berikutnya, dengan fokus pada pembiayaan, investasi, dan keberlanjutan industri.