"Harus lebih ekstra bersihin debunya, soalnya kasar dan lengket. Mungkin ditutup dulu ya, bahaya kalau tiap hari ketempelan abu seperti ini," kata Yogi.

Sementara itu, Pakar Kebencanaan pada Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahaya abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terletak pada kombinasi fisik partikelnya yang sangat tajam dan kandungan kimiawi yang bersifat korosif.

"Abu vulkanik itu berbeda dari debu biasa yang lunak dan mudah disaring, partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis (kurang dari 2 mm)," kata Daryono.

Ukuran yang sangat halus ini memungkinkan abu menembus sistem penyaringan alami di hidung dan meluncur langsung menuju saluran pernapasan bagian dalam hingga ke alveolus paru-paru.

"Secara kimiawi, partikel abu vulkanik diselimuti oleh senyawa asam seperti asam sulfat dan asam klorida, serta mengandung berbagai logam berat dan mineral. Ketika tersedot atau menempel pada jaringan tubuh yang basah, kandungan asam ini bereaksi secara agresif," kata Daryono.