Dampak abu vulkanik tidak hanya memicu peradangan pada saluran pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi parah, rasa terbakar pada mata, serta gangguan pada kulit. Dalam jangka pendek, paparan abu ini langsung memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk kering, sesak napas, terutama bagi penderita asma, serta iritasi mata.

"Untuk jangka panjang, endapan silika bebas yang tertimbun di dalam paru-paru dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut permanen (silikosis), yang berisiko menurunkan fungsi paru-paru secara drastis," kata Daryono.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi saat terjadi sebaran abu. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar, penggunaan kacamata pelindung dan masker dengan tingkat filtrasi tinggi, seperti tipe N95 atau KN95, sangat disarankan.

"Penggunaan masker sangat dianjurkan karena masker kain biasa tidak mampu menahan partikel mikroskopis ini," kata Daryono.