Forum tersebut bertujuan mempererat hubungan antara sektor publik dan swasta.

Sebagai bagian dari inisiatif itu, lembaga penjamin kredit ekspor negara-negara Quad dijadwalkan bertemu di Tokyo pada 18 November untuk mengidentifikasi peluang memperdalam kerja sama ekonomi.

Berbeda dengan kesatuan sikap yang ditunjukkan Quad, pertemuan G20 selama dua hari justru memperlihatkan perbedaan pandangan di antara negara-negara anggotanya.

Salah satu pemicunya adalah kehadiran Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang menuai protes dari sejumlah pejabat Eropa.

Akibatnya, perwakilan negara-negara dengan perekonomian utama dunia, termasuk China dan Rusia, gagal menerbitkan komunike bersama setelah membahas berbagai isu, seperti keamanan energi, rantai pasok global, dan ketegangan geopolitik.

"Saya tidak ingin memberi kesan bahwa saat ini kita sudah hampir mencapai solusi yang dapat diterima semua pihak atas berbagai persoalan tersebut," kata Rubio yang memimpin pertemuan itu.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju KTT G20 tahun ini yang akan diselenggarakan oleh Trump di Miami pada Desember mendatang.

Sebagai gantinya, Rubio menerbitkan pernyataan ketua pertemuan (chairman's statement), meskipun dokumen tersebut dinilai tidak memuat banyak substansi.Sumber: Kyodo-OANA