Kinerja fundamental operasional tersebut berbanding lurus dengan pencapaian finansial. Pendapatan perseroan pada 2025 terkerek 6 persen, ditopang oleh optimasi operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi dan gas.
Komitmen keberlanjutan tersebut juga diimplementasikan secara ketat di seluruh Pertamina Group. Di sektor hulu melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PHE tak tanya berfokus pada keberlanjutan bisnis, tetapi juga pada pengelolaan risiko jangka panjang dalam menghadapi transisi energi global.
Direktur Manajemen Risiko PHE Whisnu Bahriansyah mengatakan PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon.
"Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, kami memastikan setiap langkah transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masa depan," kata Whisnu.
Pendekatan dual growth strategy tetap memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus membangun fondasi bisnis rendah karbon.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan PHE pada 2025, perusahaan mengembangkan sejumlah inisiatif bisnis rendah karbon, mulai dari teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS), hidrogen geologi, dekarbonisasi operasional, hingga peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
PHE juga menjalankan program efisiensi energi, elektrifikasi peralatan dan armada, serta pemanfaatan sumber energi dengan emisi lebih rendah.
"PHE menetapkan target dekarbonisasi dengan mengacu pada dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) yang disusun Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari komitmen implementasi Paris Agreement," demikian Laporan Keberlanjutan PHE pada 2025.
Sepanjang 2025, PHE menjalankan 184 program dekarbonisasi melalui berbagai entitas anak perusahaan. Program tersebut menghasilkan reduksi emisi sebesar 1.619,56 ribu ton CO2eq, atau mencapai 138 persen dari target.
Total beban emisi PHE selama 2025 sebesar 15.437,66 ribu ton CO2eq. Angka ini menurun dari tahun sebelumnya sebesar 16.340,05 ribu ton CO2eq.
PHE juga memperkuat upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dengan mengintegrasikan isu iklim ke dalam strategi bisnis dan operasional perusahaan.
Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui investasi EBT, efisiensi energi, serta pengembangan infrastruktur yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.
"Secara keseluruhan nilai investasi untuk adaptasi PHE terhadap perubahan iklim di tahun 2025 mencapai US$202,9 juta atau 82,41 persen dari total investasi," tulis Laporan Keberlanjutan PHE pada 2025.
Di sisi lain, PHE juga memperoleh 1 PROPER Emas dan 26 PROPER Hijau pada 2025. Berdasarkan asesmen MSCI ESF Research UK Limited pada 23 September hingga 13 November 2025, PHE memperoleh Provisional ESG Rating BBB.
Asesmen MSCI mencakup tujuh kunci isu seperti emisi karbon, keanekaragaman hayati, limbah berbahaya, keselamatan kerja, hubungan komunitas, perilaku perusahaan, dan tata kelola.