NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan elektrifikasi Rice Milling Unit (RMU) skala kecil sekaligus meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Program tersebut telah menjangkau 14 penggilingan padi skala kecil di Jawa Tengah sepanjang 2025-2026, dengan total pembiayaan sekitar Rp3,1 miliar. Sebelumnya, Pemprov Jateng telah menyiapkan ribuan alsintan untuk mendukung sektor produksi pertanian di 35 kabupaten/kota.

"Modernisasi alat pertanian itu sangat dibutuhkan. Sekarang merupakan kebutuhan, bukan merupakan keinginan, tetapi kebutuhan. Harus modern," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, modernisasi tidak cukup hanya dilakukan pada tahap produksi. Pengolahan hasil panen juga perlu diperkuat agar prosesnya lebih cepat, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Salah satu langkah yang dilakukan yaitu melalui penggantian mesin penggilingan berbahan bakar diesel menjadi listrik. Elektrifikasi tersebut mampu menekan biaya operasional sekitar 40 hingga 60 persen.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, biaya penggilingan menggunakan mesin diesel sebelumnya mencapai Rp354.670 per ton. Setelah menggunakan listrik, biaya turun menjadi Rp142.820 per ton.

Luthfi menilai penggilingan padi skala kecil memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mengingat banyak desa di Jawa Tengah memiliki kelompok tani dengan karakteristik dan kapasitas usaha berbeda.