Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Widi Hartanto menyampaikan, elektrifikasi penggilingan merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jateng, Bank Indonesia, PLN, dan sejumlah pihak terkait.
Penguatan sektor hilir juga dilakukan melalui dukungan permodalan bagi kelompok usaha pangan. Hingga kini, subsidi bunga sebesar Rp62,37 juta telah disalurkan, dengan total kredit Rp1,425 miliar yang dimanfaatkan 24 gabungan kelompok tani.
Kerja sama pemasaran beras juga diperkuat melalui keterlibatan BUMD, salah satunya PT Jateng Agro Berdikari, untuk mendukung penyerapan hasil produksi petani.
Di sisi lain, Pemprov Jateng berupaya memastikan penguatan produksi dan pengolahan pangan diikuti dengan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Melalui Gerakan Pangan Murah, sebanyak 2.217 kegiatan telah dilaksanakan di Jawa Tengah dengan total omzet mencapai Rp39 miliar. Pelaksanaan GPM tidak boleh sekadar berorientasi pada banyaknya kegiatan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kegiatan GPM di Desa Ngadirojo, sejumlah kebutuhan pokok dijual kepada masyarakat, termasuk beras, minyak goreng, telur, serta bawang merah dan bawang putih.