Menurut Aviliani, tekanan ekonomi terhadap kelompok tersebut perlu diantisipasi karena dapat memicu keresahan sosial ketika daya beli masyarakat terus melemah.
"Ini yang biasanya berbahaya. Orang-orang di menengah yang seperti ini biasanya suka demo, yang bikin masalah unrest itu ada di sini," ujar Aviliani.
Aviliani menilai pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan biaya hidup. Selain mengendalikan inflasi, penciptaan lapangan kerja juga perlu diperhatikan agar pertumbuhan kesempatan kerja tidak hanya terjadi di sektor informal.
Ia mencontohkan semakin banyaknya pengemudi ojek daring sebagai salah satu indikasi masyarakat mencari sumber pendapatan ketika kesulitan memperoleh pekerjaan.
"Memang benar penciptaan lapangan kerja nambah, tapi bukan formal, tapi sektor informal. Makanya tukang ojol makin banyak Bapak-Ibu. Kenapa ketika orang enggak bisa kerja, ya jadi tukang ojol," ujarnya.