NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan akan mundur dari rata-rata klimatologisnya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkap awal musim hujan di Indonesia diperkirakan mundur atau tidak sesuai rata-rata klimatologisnya imbas kemarau yang bertepatan dengan fenomena El Nino dan IOD yang masih berlangsung.

Sebagian wilayah diprediksi baru mulai memasuki musim hujan pada bulan November, sementara yang lain pada bulan Desember. Namun, BMKG memperingatkan kondisi musim hujan tahun ini mungkin berbeda dengan yang sebelumnya.

"Sifat hujannya normal, artinya curah hujan yang akan jatuh sama dengan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, tapi periodenya lebih pendek. Sehingga nanti akan terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan," ujar Faisal di Istana Negara, Rabu (21/10).