Ia memperingatkan bahwa kondisi ini dapat berisiko meningkatkan bencana seperti banjir dan longsor seiring mendekati puncak musim hujan yang diprakirakan akan berlangsung pada Desember, Januari, dan Februari tergantung wilayahnya.
Musim hujan 2026/2027 terjadi lebih mundur dari rata-rata klimatologisnya akibat gabungan fenomena El Nino dan IOD yang tengah terjadi. Kombinasi anomali cuaca ini memicu kondisi kering bertahan hingga tahun depan dan menghambat pembentukan awan hujan.
"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," ungkap Faisal pada konferensi pers 'Prediksi Musim Hujan' secara daring pada bulan lalu (22/9).