Indra memaparkan pemadaman tersebut dilakukan dengan dua cara, pertama dengan menggunakan helikopter water bombing dan kedua dengan cara manual. Untuk water bombing sendiri difokuskan di area yang sulit untuk dijangkau.

"Operasi pemadaman menggunakan Water Boombing dan manual. Mungkin yang pasti sudah dua kali dan mudah-mudahan bisa dilanjutkan minimalnya sampai yang di area-area sulit bisa ada water bombing untuk pemadaman, termasuk juga bisa saja untuk pendinginan juga di area tersebut," tutur Indra.

Dia menerangkan pada Sabtu ini, tim gabungan yang terdiri dari TNGC, TNI, Polri, BPBD, Tim Brigdalkarhutla (Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan), Damkar, Tagana, MPA, serta unsur relawan dan masyarakat sekitar akan disebar dalam tiga sektor kebakaran.

Tiga sektor itu adalah Bukit Seribu Bintang (BSB), Karang Dinding, dan Bintangot. Sedangkan untuk luasan area yang terbakar sendiri masih belum diketahui secara pasti.

"Hari Sabtu, 24 Oktober 2026 Tim dibagi tiga sektor pemadaman dari blok BSB, Karang Dinding dan Bintangot. Untuk luasannya, memang dari kemarin juga kita belum bisa menentukan karena memang kita fokus pada penanganan dahulu, penanganan secara pemetaan-pemetaan ini pun lebih ke mapping titik-titik api dulu dan kita juga belum bisa menyampaikan secara pasti berapa hektar yang terdampak," tutur Indra.