Dia lalu menjelaskan hingga kini masih belum diketahui apa penyebab kebakaran hutan di Gunung Ciremai tersebut terjadi. Meski begitu, jika ditemukan unsur kesengajaan, hal tersebut harus segera ditindaklanjuti.

"Untuk dugaan memang sampai saat ini kita belum bisa menyimpulkan karena apa. yang pasti awalnya dari perbatasan antara zona tradisional dengan zona rimba. Nah, ini mungkin yang menjadi harus atensi, notis dari semua pihak, karena kalau memang ada pelanggaran-pelanggaran, itu yang harus ditindaklanjuti. Karena bagaimanapun, ketika memang betul itu ada kesengajaan, ini yang harus menjadi catatan," tutur Indra.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning Nandar Juniar Arif, melalui Humas MPA, Asep, mengatakan medan yang terjal serta angin kencang jadi kendala dalam pemadaman kebakaran hutan di Gunung Ciremai.

Menurutnya, untuk tim MPA sendiri upaya pemadaman masih difokuskan untuk membuat sekat bakar agar api tidak meluas.

"Medan terjal lumayan itu, kalau dari bawah ya, karang dinding itu 2 kilo sampai 3 kilo ada jalan kaki dan memang lebih memungkinkan pemadaman di malam hari daripada siang hari saat angin agak berkurang. Tidak menggunakan air tapi menggunakan alat konvensional seperti arit, pacul dan panggebuk dari ranting untuk fokus pembuatan sekat bakar. Hampir 1000 orang yang bergabung, untuk MPA sendiri ada sekitar 177 personel yang dikerahkan," kata Asep.