Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, hingga Lurah Baru beserta jajarannya. Selain itu, Banser, Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Baru, warga setempat, serta relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang dikoordinasikan Amat turut membantu upaya penanganan di lapangan.

"Kolaborasi petugas, relawan, dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat penanganan kebakaran, sekaligus memastikan kondisi lokasi tetap terkendali setelah api berhasil dipadamkan," kata dia.

Tahap pendinginan menjadi salah satu langkah krusial dalam penanganan karhutla. Bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut atau material kering dapat kembali menyala jika tidak ditangani secara menyeluruh.