Mengenai perilaku memalingkan pandangan ketika salat, Rasulullah SAW bersabda:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، قَالَ حَدَّثَنَا أَشْعَثُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَنْ الاِلْتِفَاتِ فِي الصَّلاَةِ فَقَالَ " هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ الْعَبْدِ

Artinya: "Aisyah berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang memalingkan pandangan dalam salat. Beliau menjawab, 'Itu adalah cara mencuri yang diambil oleh setan dari salat seorang hamba'." (HR Bukhari)

Dalam buku Fikih Wanita & Keluarga, Syekh Ahmad Jad juga menyebut perilaku memalingkan pandangan saat salat menyebabkan Allah SWT turut memalingkan pandangan dari hamba-Nya.

Dari Ibnu Al-Musayyib, ia berkata, Abu Dzar pernah mengatakan, "Rasulullah bersabda: "Allah senantiasa menghadap seorang hamba selama ia tidak berpaling. Apabila orang tersebut berpaling, Dia berpaling darinya."