Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan produk berbasis bahan alam. Dukungan BPOM diperlukan untuk memastikan proses hilirisasi berjalan seiring dengan pemenuhan persyaratan keamanan, mutu, dan standar produk.
Diketahui, kedua pihak turut membahas pemanfaatan fasilitas produksi, sertifikasi, ketentuan ekspor, serta kemungkinan pendampingan teknis bagi peneliti dan industri.
Aspek pembuktian ilmiah menjadi bagian penting dalam pengembangan produk berbasis bahan alam. Karakterisasi senyawa, tingkat kemurnian, serta aspek keamanan perlu didukung pengujian yang memadai. Tahapan uji praklinik dan uji klinik juga menjadi bagian dari proses pembuktian sesuai dengan persyaratan pengembangan dan kategori produk yang dituju.
Untuk memperkuat kesiapan peneliti dalam memasuki tahapan hilirisasi, Kemdiktisaintek dan BPOM merencanakan adanya pendampingan melalui coaching clinic bagi peneliti dan profesor. Selain itu, dibahas pula peluang pembukaan usulan penelitian yang dapat mendukung pengembangan bahan alam dan pemanfaatan hasil riset menjadi produk yang memiliki nilai tambah.