NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat hilirisasi riset perguruan tinggi di bidang obat berbasis bahan alam, agar dapat berlanjut dari tahap penelitian menuju pengembangan dan produksi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia telah memiliki berbagai hasil riset dan kemampuan pengembangan teknologi yang berpotensi mendukung industri obat dan produk berbasis bahan alam.
"Perguruan tinggi dan lembaga penelitian sudah memiliki kemampuan riset dan pengembangan. Namun, untuk membawa hasilnya sampai ke tahap produksi, diperlukan keterhubungan dengan fasilitas industri dan dukungan dari berbagai pihak," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Menteri Brian menilai hilirisasi membutuhkan keterpaduan proses, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan dan pemurnian, hingga pengembangan produk lanjutan.
Keterhubungan antara peneliti, industri, dan regulator menjadi penting agar hasil riset dapat dikembangkan secara terarah, memiliki nilai tambah, serta memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk pemanfaatan lebih luas.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemdiktisaintek telah menjajaki komunikasi dengan industri terkait potensi pemanfaatan fasilitas ekstraksi bahan alam yang belum digunakan secara optimal.
Fasilitas ini berpeluang mendukung proses pengolahan hasil penelitian perguruan tinggi menuju tahap pengembangan berikutnya, dengan tetap memperhatikan standar teknis, perizinan, dan ketentuan yang berlaku.
Menteri Brian menjelaskan perguruan tinggi dan lembaga penelitian telah mengembangkan riset serta teknologi pengolahan komoditas kratom hingga tahap pilot plant. Selanjutnya, kampus membutuhkan dukungan fasilitas industri dan pendampingan BPOM agar pengembangannya dapat berjalan sesuai standar dan regulasi.
"Melalui pengembangan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi," ujar Brian.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan produk berbasis bahan alam. Dukungan BPOM diperlukan untuk memastikan proses hilirisasi berjalan seiring dengan pemenuhan persyaratan keamanan, mutu, dan standar produk.
Diketahui, kedua pihak turut membahas pemanfaatan fasilitas produksi, sertifikasi, ketentuan ekspor, serta kemungkinan pendampingan teknis bagi peneliti dan industri.
Aspek pembuktian ilmiah menjadi bagian penting dalam pengembangan produk berbasis bahan alam. Karakterisasi senyawa, tingkat kemurnian, serta aspek keamanan perlu didukung pengujian yang memadai. Tahapan uji praklinik dan uji klinik juga menjadi bagian dari proses pembuktian sesuai dengan persyaratan pengembangan dan kategori produk yang dituju.
Untuk memperkuat kesiapan peneliti dalam memasuki tahapan hilirisasi, Kemdiktisaintek dan BPOM merencanakan adanya pendampingan melalui coaching clinic bagi peneliti dan profesor. Selain itu, dibahas pula peluang pembukaan usulan penelitian yang dapat mendukung pengembangan bahan alam dan pemanfaatan hasil riset menjadi produk yang memiliki nilai tambah.