Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, bantuan pemerintah untuk rumah ibadah terdampak bencana merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat. Namun, menurutnya, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali fasilitas yang rusak.

"Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil," jelas Abu Rokhmad.

Karena itu, Abu Rokhmad mendorong penguatan ekoteologi, yakni membangun kesadaran keagamaan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

"Nilai-nilai agama perlu terus dihadirkan dalam upaya menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk melalui peran rumah ibadah dan para tokoh agama," ujarnya.