Hal itu karena mayoritas santri bermukim di dalam asrama (mondok). Skema pembelajaran jarak jauh dilaksanakan secara adaptif dengan menyesuaikan kondisi lingkungan serta ketersediaan fasilitas di masing-masing pesantren.

Salah satu contoh skema yang dapat diterapkan oleh pondok pesantren yang memiliki sarana memadai adalah pembelajaran terpusat menggunakan metode "Satu Layar" di dalam ruangan tertutup yang aman dari paparan asap.

"Di sejumlah pesantren yang telah memiliki layar besar, para santri dapat menyimak materi secara bersama-sama di dalam ruangan, sementara pengajar atau kiai menyampaikan materi dari kediaman atau ruang terpisah, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan baik," katanya.

Ia mengatakan penyiapan skema pembelajaran adaptif di masa darurat itu juga sejalan dengan langkah pemerintah dalam memperkuat fasilitas pendidikan dan kesehatan di lingkungan pondok pesantren.