Persiapan rekonstruksi dan rehabilitasi fisik juga mencakup sarana dan prasarana pacuan kuda tradisional serta Rumah Peradaban Gayo di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Melalui rencana pemulihan tersebut, arena pacuan kuda diharapkan dapat kembali dimanfaatkan sebagai sarana olahraga tradisional, sementara Rumah Peradaban Gayo dapat mendukung kegiatan kebudayaan masyarakat.
Pada aspek pelindungan cagar budaya, rencana pemulihan mencakup 314 objek cagar budaya (CB) dan objek diduga cagar budaya (ODCB) terdampak bencana yang tersebar di 18 kabupaten/kota di Aceh.
Persiapan revitalisasi museum juga diarahkan pada Museum Kota Langsa dan Museum Nurul βAla di Kabupaten Aceh Timur, dengan rencana kegiatan berupa pengkajian koleksi, konservasi koleksi, dan penataan ulang tata pameran.
Rencana penyelamatan manuskrip kuno Aceh mencakup sekitar 557 naskah, kegiatan yang disiapkan meliputi penyelamatan, pembersihan fisik, konservasi, digitalisasi, dan pengembalian naskah terdampak.
Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan inventarisasi dan kajian terhadap CB, ODCB, serta warisan budaya takbenda (WBTB) yang terdampak bencana di 18 kabupaten/kota.