"Ketersediaan fasilitas seperti area tiket dan check-in, layanan informasi dan pengaduan, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, toilet termasuk toilet difabel, ruang menyusui, serta fasilitas pendukung lainnya menjadi bagian dari perhatian dalam peningkatan kualitas layanan terminal penumpang," terangnya.
Di sisi operasional, kesiapan armada dan prasarana penyeberangan turut menjadi perhatian, khususnya pada lintasan dengan potensi kepadatan tinggi.
"Untuk lintasan Jawa-Bali, rencana operasi juga mengkaji rute alternatif guna membantu mengurai kepadatan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk. Beberapa opsi yang dibahas meliputi Jangkar-Celukan Bawang, Tanjung Wangi-Celukan Bawang, serta Jangkar-Padang Bai," tambah Samsuddin.
Di luar itu ia mengatakan pelaksanaan rute alternatif perlu mempertimbangkan kesiapan dermaga, kapal, dukungan operasional, serta hasil koordinasi dan penetapan lebih lanjut.
Melalui rangkaian persiapan tersebut, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut berharap penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru 2026/2027 berjalan lebih baik, aman, tertib, dan lancar.