NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah terdampak telah mencapai 333.470 kasus.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr dr Ten Suyanti mengatakan dari total kasus kumulatif tersebut, jumlah penderita harian tercatat masih sebanyak 4.522 kasus.

"Perhatian khusus juga difokuskan pada kelompok rentan yang meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta para pekerja di luar ruangan," kata dia, Jakarta, Kamis (22/10)

Dia menerangkan berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terkini kualitas udara di sejumlah wilayah dilaporkan berada pada kategori berbahaya. Terutama di enam provinsi prioritas karhutla yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Kemenkes menerangkan di Kalimantan Tengah terdapat tujuh kabupaten/kota yang masuk dalam kategori berbahaya, disusul tiga wilayah di Sumatera Selatan meliputi Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Ogan Komering Ilir.