NADIKABAR.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong penguatan hilirisasi hasil hortikultura melalui pemanfaatan sarana pascapanen dan pengembangan beragam produk olahan berbasis komoditas lokal.
Upaya tersebut ditinjau langsung oleh Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura sekaligus Project Director Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP), Freddy Lumban Gaol, saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sasak Maiq di Desa Seteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (20/10).
Kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi pemanfaatan bantuan pemerintah sekaligus mengidentifikasi praktik baik yang berpotensi diterapkan oleh kelompok tani di wilayah sasaran HDDAP.
Adapun KWT Sasak Maiq menjadi salah satu contoh kelompok usaha yang berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura melalui kreativitas pengolahan, pemanfaatan bagian tanaman, dan pengembangan pasar. Kelompok yang telah merintis usaha sejak 2013 ini mulai memfokuskan pengembangan hilirisasi komoditas pisang pada 2019.
Dalam kunjungan tersebut, Freddy didampingi penanggung jawab kegiatan pascapanen dan pengolahan serta pengelola KWT Sasak Maiq. Peninjauan difokuskan pada keberlanjutan pemanfaatan bantuan sarana dan prasarana pascapanen dan pengolahan hortikultura yang difasilitasi Direktorat Jenderal Hortikultura pada 2024 melalui dana tugas pembantuan provinsi (TP Prov).
KWT Sasak Maiq mengembangkan beragam produk olahan, antara lain keripik pelepah pisang, keripik jantung pisang, keripik pakis, rolls banana, keripik pare, bawang goreng, sambal Masak Maiq, dan stik cabai. Diversifikasi tersebut memperlihatkan upaya kelompok dalam memanfaatkan potensi bahan baku lokal sekaligus menghadirkan pilihan produk yang dapat menjangkau pasar oleh-oleh dan konsumen yang lebih luas.
Tidak hanya berfokus pada produk yang sudah dipasarkan, kelompok ini juga merencanakan pemanfaatan bagian tanaman yang tidak dapat diolah menjadi pangan sebagai bahan baku pupuk organik. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi limbah produksi dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Freddy Lumban Gaol menilai pengalaman KWT Sasak Maiq memberikan pembelajaran penting mengenai peran kreativitas dan konsistensi kelompok dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.