NADIKABAR.COM — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai membangun 2.212 unit hunian tetap (Huntap) komunal menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), yang dirancang tahan gempa untuk korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
"Huntap ini dirancang tahan gempa. Pilarnya fleksibel sehingga tidak mudah patah atau retak apabila terjadi bencana seperti gempa," kata Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Proyek Huntap Kementerian PKP, Windi, di Aceh Tamiang, Kamis.
Pembangunan Huntap tersebut tersebar di sejumlah lokasi dari wilayah hulu hingga hilir Aceh Tamiang. Rumah Risha itu menggunakan konstruksi beton pracetak dengan sistem sambungan pelat besi dan baut, sehingga memiliki struktur yang lebih fleksibel dalam menghadapi guncangan.
Windi menjelaskan, pihaknya mendapat kontrak pembangunan sebanyak 160 unit Huntap di atas lahan milik Pemerintah Aceh Tamiang, yakni di kawasan eks Panti Jompo seluas empat hektare.
Proyek paket Huntap 02 tersebut melibatkan sekitar 120 pekerja. Pembangunan dilakukan secara bertahap, dan ditargetkan rampung pada Desember 2026, sehingga dapat segera dihuni warga penerima manfaat.
"Struktur Risha ini menggunakan beton pabrikasi. Konstruksinya lebih kuat dan fleksibel," ujarnya.
Pembangunan Huntap juga dilakukan oleh vendor lainnya di Desa Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Pengawas K3 Proyek, Rizal menyampaikan, pihaknya mengerjakan paket Huntap 06 sebanyak 167 unit yang tersebar di dua lokasi bersebelahan, total luas lahan sekitar 4,5 hektare.
"Yang kami kerjakan ini paket Huntap 06 Kementerian PKP sebanyak 167 unit di dua lokasi yang bersebelahan. Keduanya merupakan lahan bekas HGU seluas tiga hektare dan 1,5 hektare," kata Rizal.