Temu bisnis tersebut menghasilkan komitmen awal kemitraan dalam bentuk Letter of Intent (LOI) dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp2,54 miliar.

Sejumlah mitra ritel yang terlibat antara lain Suzuya Group, Alfamart, Indomaret, Simpang Lima, Aroma, dan Pusaka Souvenir Gallery.

Pristiyanto mengatakan para pelaku usaha sebelumnya mengikuti proses kurasi dan presentasi bisnis secara daring sebelum mempresentasikan produknya secara langsung kepada calon mitra.

Ia menambahkan selain membuka peluang pemasaran, kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai persyaratan untuk masuk ke rantai pasok yang lebih luas, seperti standardisasi mutu, izin edar, higienitas kemasan, dan kemampuan menjaga kontinuitas pasokan.