Program tersebut merupakan bagian dari layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh yang dilaksanakan Kementerian UMKM bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh serta Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO).
Kementerian UMKM mencatat temu bisnis Kumitra telah dilaksanakan di empat daerah, yakni Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Tangerang, dan Aceh, dengan total potensi transaksi berdasarkan LOI mencapai Rp13,74 miliar.
Selanjutnya, Pristiyanto mengatakan Kementerian UMKM akan memperluas jaringan kemitraan usaha mikro ke sektor perhotelan dan pariwisata melalui sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Produk makanan olahan, minuman, cenderamata, dan kriya khas Aceh diarahkan untuk memiliki peluang masuk dalam pengadaan kebutuhan operasional hotel serta ekosistem destinasi wisata.