Suriati mengaku hingga saat ini suster-suster di gereja tersebut masih kerap membawakannya sayuran ke posko pengungsian. Ia berharap rasa persaudaraan itu tetap terjalin.

Imam Paroki Yesus Karahiman Ilahi Aeramo, Romo Charles Talu, menjelaskan masyarakat Nangadhero yang mengungsi ke paroki tersebut seluruhnya merupakan umat muslim. Menurutnya, pihak paroki membuka dapur umum saat gempa M 7,7 mengguncang wilayah tersebut.

"Kemanusiaan itu ada di atas segala-galanya. Saya merasa terketuk hati untuk menerima siapa saja karena gereja ini terbuka dan ruang harapan untuk semua," tutur Charles.