Teknisi Penerbangan (Flight Engineer) mengonfirmasi adanya asap/kebakaran di kabin belakang, dan Kapten memutuskan untuk kembali ke Riyadh serta meminta tim pemadam kebakaran disiagakan. Kapten melaporkan bahwa tuas daya mesin No. 2 tersangkut (stuck) dan mematikannya, sementara kebakaran di kabin belakang dilaporkan semakin parah.
Namun, pesawat berhasil melakukan pendaratan darurat secara normal di Landasan 01 Bandara Riyadh. Pesawat tidak langsung berhenti darurat di landasan pacu, melainkan berbelok keluar dari landasan ke taxiway sebelum akhirnya berhenti.
Sekitar 23 menit setelah mesin dimatikan (26 menit setelah pesawat berhenti), petugas pemadam kebakaran berhasil membuka pintu kanan R2 dari luar. Namun, kabin sudah dipenuhi asap tebal tanpa tanda-tanda kehidupan, hingga tak lama kemudian seluruh interior pesawat dilalap api.