Sementara itu, Program Direktur MSC untuk Indonesia Hirmen menyampaikan bahwa pre-assessment menjadi pijakan awal untuk mengukur kesenjangan dan membenahi tata kelola perikanan pukat cincin di Kendari menuju sertifikasi ekolabel.

"Tujuan pre-assessment ini adalah mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki agar memenuhi standar MSC versi 2.1. Targetnya, seluruh indikator kinerja perikanan minimal mencapai angka 80 persen agar siap masuk ke tahap full assessment," ujar Hirmen.

Ia menambahkan perbaikan perikanan tidak hanya memperkuat kredibilitas dan reputasi perikanan Indonesia di pasar global, tetapi juga menjamin kepastian pasokan jangka panjang serta memberikan nilai tambah bagi Sultra sebagai pionir perikanan pukat cincin berkelanjutan di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Fishery and Sustainability Officer PT Pahala Bahari Nusantara Fransisca Sonya menyebutkan pihaknya telah memutakhirkan data penilaian perikanan sejak memulai program ini pada 2018.