Data yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa meskipun konsumsi listrik secara keseluruhan tumbuh dengan laju moderat, penggunaan listrik di industri berteknologi tinggi dan manufaktur peralatan meningkat jauh lebih cepat, menandakan semakin besarnya peran manufaktur canggih dalam perekonomian Tiongkok.

Lonjakan tajam penggunaan listrik oleh layanan pengisian daya EV dan layanan data juga menggarisbawahi munculnya sumber-sumber permintaan baru yang terkait dengan transisi hijau dan digital.

Pada tiga kuartal pertama 2026, total konsumsi listrik Tiongkok naik 3,9 persen (yoy) menjadi 8,07 triliun kilowatt-jam. Konsumsi listrik layanan pengisian daya dan penukaran baterai melonjak 55,4 persen pada periode yang sama, sementara konsumsi listrik layanan data internet meningkat 41,6 persen.

Menurut laporan perkembangan industri tenaga listrik tahunan Tiongkok yang dirilis Dewan Kelistrikan Tiongkok pada Juli, total konsumsi listrik nasional pada 2026 diperkirakan naik sebesar 5 persen hingga 6 persen (yoy).