NADIKABAR.COM — Konsumsi listrik untuk sektor layanan pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan layanan data internet di Tiongkok melonjak pada September, menandakan kuatnya permintaan dari industri kendaraan energi baru (new-energy vehicle/NEV) dan industri digital yang berkembang pesat di negara tersebut, menurut data resmi yang dirilis pada Rabu (21/10).

Konsumsi listrik layanan pengisian daya dan penukaran baterai mencapai 16,8 miliar kilowatt-jam pada September, melonjak 57 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara konsumsi listrik layanan data internet naik 35,4 persen menjadi 9,8 miliar kilowatt-jam, menurut Administrasi Energi Nasional Tiongkok.

Pada September, pangsa penjualan NEV mencapai rekor 61,6 persen dari total penjualan mobil baru bulanan di Tiongkok. Angka tersebut menandai bulan ketiga berturut-turut pangsa penjualan NEV melampaui 60 persen. Sementara itu, pangsa kumulatif NEV selama tiga kuartal pertama naik menjadi 53,6 persen.

Hingga akhir September, daya komputasi cerdas Tiongkok mencapai 2.592 EFLOPS, naik 146 persen (yoy). EFLOPS merupakan satuan pengukuran performa komputasi, dengan setiap satuan mewakili 1 kuintiliun operasi bilangan titik mengambang (floating-point) per detik.

Total konsumsi listrik Tiongkok pada September mencapai 899,7 miliar kilowatt-jam, naik 1,2 persen (yoy).

Jika dirinci, konsumsi listrik di industri primer pada September mencapai 13,5 miliar kilowatt-jam, naik 4,1 persen (yoy). Penggunaan listrik industri sekunder naik 1,7 persen menjadi 580 miliar kilowatt-jam, sementara konsumsi listrik industri tersier meningkat 4,9 persen menjadi 185,2 miliar kilowatt-jam pada bulan lalu.

Sementara itu, konsumsi listrik industri berteknologi tinggi dan manufaktur peralatan meningkat 4,6 persen (yoy) menjadi 116,7 miliar kilowatt-jam pada September.

Konsumsi listrik secara luas dipandang sebagai barometer aktivitas ekonomi. Perubahan permintaan listrik dapat memberikan gambaran mengenai perubahan struktur industri dan pendorong pertumbuhan.

Data yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa meskipun konsumsi listrik secara keseluruhan tumbuh dengan laju moderat, penggunaan listrik di industri berteknologi tinggi dan manufaktur peralatan meningkat jauh lebih cepat, menandakan semakin besarnya peran manufaktur canggih dalam perekonomian Tiongkok.

Lonjakan tajam penggunaan listrik oleh layanan pengisian daya EV dan layanan data juga menggarisbawahi munculnya sumber-sumber permintaan baru yang terkait dengan transisi hijau dan digital.

Pada tiga kuartal pertama 2026, total konsumsi listrik Tiongkok naik 3,9 persen (yoy) menjadi 8,07 triliun kilowatt-jam. Konsumsi listrik layanan pengisian daya dan penukaran baterai melonjak 55,4 persen pada periode yang sama, sementara konsumsi listrik layanan data internet meningkat 41,6 persen.

Menurut laporan perkembangan industri tenaga listrik tahunan Tiongkok yang dirilis Dewan Kelistrikan Tiongkok pada Juli, total konsumsi listrik nasional pada 2026 diperkirakan naik sebesar 5 persen hingga 6 persen (yoy).