Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan pentingnya pemutakhiran data secara menyeluruh guna memastikan seluruh pekerja migran mendapatkan pelindungan hukum dan sosial yang maksimal.

“Kami mengharapkan dukungan Bapak Duta Besar untuk membantu memperoleh informasi terbaru mengenai jumlah dan kondisi pekerja migran sebagai dasar penguatan kebijakan penempatan dan pelindungan ke depan,” kata Mukhtarudin.

Ia juga mengusulkan penjajakan pemanfaatan lembaga pendidikan dan pelatihan, termasuk sekolah yang berfokus pada bidang pertambangan, minyak dan gas, untuk menyiapkan calon pekerja migran dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Lulusan pendidikan vokasi disebutnya memiliki potensi dan dapat diarahkan untuk mengikuti pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, dan proses penyiapan penempatan melalui Migrant Center.