Pendekatan itu sejalan dengan upaya KP2MI untuk memperkuat ekosistem penyiapan pekerja migran dari hulu ke hilir, mulai dari identifikasi kebutuhan pasar kerja, peningkatan keterampilan, sertifikasi, hingga penempatan dan pelindungan.

Berdasarkan data SISKOP2MI, dari Januari hingga 19 Oktober 2026, pemerintah telah memfasilitasi 297.450 layanan penempatan secara nasional; penempatan tersebut didominasi oleh Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.

KP2MI menyampaikan bahwa penjajakan pasar kerja di Suriname dan Guyana merupakan upaya untuk memperluas akses penempatan ke negara tujuan baru, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus.

Selain pemetaan pasar kerja, kerja sama dengan KBRI Paramaribo diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi, pemantauan kondisi PMI, serta koordinasi dalam penanganan permasalahan yang dihadapi PMI di Suriname dan Guyana.