Selanjutnya pukul 18.55 WIT, ketegangan kembali terjadi tim redaksi warga kedua desa tersebut. Ketegangan itu berujung pada pembakaran rumah hingga ada warga terluka terkena tembakan senapan angin.
"Aparat kemudian mengambil langkah cepat dengan melakukan penyekatan. Selanjutnya melakukan pengamanan guna mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu," jelasnya.
Sementara Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto mengatakan bentrokan tim redaksi dua kelompok warga itu mengakibatkan 27 rumah terbakar. Selain itu, empat warga dilaporkan terkena tembakan senapan angin.
"Dalam bentrok itu, sebanyak 27 rumah warga dan satu motor terbakar. Peristiwa tersebut juga menyebabkan 4 warga dari salah satu desa mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin," ungkap Irjen Dadang.
Dia menuturkan peristiwa itu bermula dari kebakaran lahan milik salah satu warga. Peristiwa itu lalu berkembang menjadi kesalahpahaman tim redaksi warga Desa Lisabata dengan Desa Patahuwe yang berujung saling serang.